Showing posts with label Ekonomi. Show all posts
Showing posts with label Ekonomi. Show all posts

Tren Produk Makanan Berasa Labu Selama Oktober

Internasional - Musim gugur saat ini di amerika serikat mendongkrak penjualan buah labu, baik untuk dimakan maupun dekorasi halloween, yang belakangan ikut populer adalah produk makanan dan minuman serba "pumpkin spice", meski pengamat pasar menilai, konsumen mulai sedikit sinis menyikapi produk-produk berasa labu.

Diguyur Hujan 6 Hari/ Harga Jual Tembakau Anjlok

Bojonegoro - Diguyur hujan selama enam hari, mengakibatkan harga jual tembakau di kabupaten bojonegoro menurun drastis. tembakau basah yang awalnya laku tiga ribu lima ratus rupiah, kali ini merosot dikasaran dua ribu rupiah perkilogramnya. sementara untuk tembakau kering juga turun sepuluh persen dari harga awalnya. akibat penurunan harga tersebut, para petani tembakau merugi.

Tanaman tembakau milik petani, yang berada di desa jono, kecamatan temayang, kabupaten bojonegoro, selama 6 hari kemarin diguyur hujan. dampak dari guyuran hujan tersebut mengakibatkan harga jual tembakau basah di desa setempat, mengalami penurunan.

Harga tembakau sebelum diguyur hujan, petani bisa menjual hingga 3.400 sampai 3.500 rupiah perkilogramnya. akibat diguyur hujan, kini harga tembakau hanya 2.000 rupiah perkilogram. penyebab turunnya harga tembakau ini, akibat pengepul tidak mau membeli harga normal karena kualitas tembakau tidak maksimal akibat terkena air hujan.

Sementara itu untuk tembakau kering turun 10% dari harga sebelumnya. jika harga tembakau kering sebelumnya berkisar 37 hingga 38 ribu rupiah perkilogram, saat ini tutun menjadi  29 hingga 32 ribu rupiah perkilogramnya.

Jika musim kemarau, petani tembakau hanya membutuhkan waktu 1 hingga 2 hari untuk proses penjemuran, kini setelah diguyur hujan dan cuaca tidak normal, memerlukan waktu 3 hingga 4 hari penjemuran. dalam sekali produksi petani hanya mampu mengeringkan 800 kilogram tembakau. petani berharap agar pemerintah mampu memberikan solusi, terhadap penjualan tembakau dari petani. (Galuh Setiyadi)

Cuaca Buruk, Ikan Laut Langka Di Pasaran

Lamongan - Cuaca buruk dan gelombang tinggi di perairan laut jawa, membuat ratusan nelayan yang berada di pesisir pantai utara lamongan takut melaut. Kondisi ini membuat aktifitas nelayan di lamongan  terhenti. Akibatnya, ikan laut di pasaran menjadi semakin  langka.

Tingginya ombak yang terjadi di tengah laut membuat ratusan nelayan di lamongan masih enggan untuk mencari nafkah seperti biasanya. Ratusan kapal nelayan pun nampak berjajar di pantai yang ditinggal pemiliknyah sembari menunggu cuaca kembali normal.

Jika dalam kondisi normal, pendapatan nelayan dari penjualan hasil tangkapan ikan, mencapai lima puluh ribu hingga dua ratus ribu rupiah setiap harinya. Namun saat terjadi cuara buruk atau gelombang besar, mereka tidak memiliki pendapatan, lantaran mereka takut melaut untuk mencari ikan.

Kondisi ini membuat keberadaan ikan laut di pasaran menjadi langka. Salah satunya terjadi di tempat pelelangan ikan desa kranji. Di lokasi ini hampir tidak ada aktifitas jual beli ikan.

Mahmud, petugas tpi kraji mengatakan, jika melihat tahun-tahun sebelumnya, pada bulan ini ombak besar selalu terjadi, namun tidak berlangsung lama.

Nelayan lamongan berharap, kondisi segera membaik, agar mereka bisa melaut  kembali. Sehingga memiliki penghasilan untuk mencukupi kebutuhan keluarga, serta untuk membiayai sekolah  anak-anaknya. (Kontributor Lamongan)